Belajar dari Almarhumah Bu Ani Yudhoyono (Opini)

By Ahmad Rajendra


Nusakini.com--Jakarta--Aura damai dan cinta yang dibawa almarhumah Bu Ani membuat banyak orang merasa nyaman. Ini jelas terlihat, saat beliau wafat. Silih berganti tamu datang melayat atau ikut pemakaman, dari segala kalangan.

Keluarga Pak Habibie, Pak Jokowi, Pak JK, Pak Harto dan masih banyak lagi turut datang melayat. Pak Kyai Ma'ruf Amin nampak memimpin sholat jenazah.

Aura damai dan cinta ini, juga meringankan kaki Bu Mega yang turut menghantar ke peristirahatan akhir almarhumah Bu Ani di TMP Kalibata. Pak Jokowi sendiri bertindak sebagai Inspektur Upacara pemakaman kenegaraan ini (dan beliau berhak dimakamkan di sini karena pernah mendapat tanda jasa negara). Semua merasa kehilangan Ibu baik ini.

Maka belajarlah dari Bu Ani. Belajarlah tentang cinta pada keluarga. Belajarlah tentang ketegasan, kekuatan, yang dipadukan dengan kedamaian dan rangkulan persahabatan.

Semangat juang Bu Ani memghadapi sakitnya serta cinta sejati yang ditunjukkan Pak SBY dan keluarga kepada almarhumah, juga aura damai pemersatu yang ditampilkan saat beliau wafat, telah menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.  

Al fatihah buat Memo tersayang.

Penulis : Tami